JenisBencana (skripsi dan tesis) Meliza Rafdiana (2011: 6) menjelaskan jenis-jenis bencana yaitu: a)Bencana alam. Bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor. b)Bencana non - alam.
Laporan Wartawan Ismoyo JAKARTA - Pesawat Lion Air rute penerbangan Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu BKS tujuan Bandara Soekarno-Hatta CGK melakukan pendaratan darurat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sabtu, 10 Juni 2023. Salah satu indikator pesawat disebut menunjukkan ada potensi gangguan di salah satu sistem pesawat yang membutuhkan pengecekan di darat dengan segera. Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pihaknya sudah menjalankan serta mengikuti standar operasional prosedur SOP. Pesawat yang mendarat darurat tersebut adalah pesawat dengan nomor penerbangan JT-631 jenis Boeing 737-900ER registrasi PK-LFG. "Sebelum keberangkatan, pesawat dilakukan pengecekan menyeluruh pre-flight check oleh teknisi dan awak pesawat dalam memastikan seluruh sistem dan komponen pesawat berfungsi secara baik dan aman untuk digunakan selama penerbangan," kata Danang dalam pernyataan tertulis, Sabtu 10/6/2023. Danang mengungkapkan, dalam industri penerbangan, pengecekan sebelum keberangkatan diwajibkan oleh regulasi dan standar keamanan yang ketat. Manajemen menilai, keputusan pilot untuk mengalihkan pendaratan sangat tepat dan merupakan hasil dari pertimbangan yang matang demi menjaga keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang. "Pertimbangan pengalihan pendaratan di Palembang lebih diutamakan karena posisi pesawat saat di udara lebih dekat ke Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dibandingkan jarak ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta atau bandar udara lain," paparnya. Baca juga Akibat Cuaca Buruk Empat Penerbangan Menuju Bali Terpaksa Divert Pesawat tersebut mendarat pukul WIB di Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II. Setelah pesawat berada pada area parkir secara sempurna, seluruh penumpang diarahkan menuju ruang tunggu di terminal bandar udara. Pihaknya menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi. Baca juga Penerbangan Batik Air Timika-Jakarta Harus Divert ke Makassar karena Satu Penumpang Sesak Nafas Penerbangan JT-631 berangkat dari Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II pada pukul WIB tujuan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta menggunakan pesawat pengganti Boeing 737-900ER beregistrasi PK-LSY dam tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pukul WIB. Inginliburan yang seru? Silakan datang ke Ujung Genteng. Apa saja keistimewaan berlibur di tempat ini? Berikut pembahasannya. Jakarta - Ada sebagian orang yang gemar wisata touring jarak jauh menggunakan motor. Di saat pandemi virus Corona seperti ini, kalau mau touring jarak jauh seperti Jakarta-Bali, berikut touring jarak jauh ini datang dari Eleonora Ajisela yang akrab disapa Jisel, seorang penggemar berkendara sepeda motor dan sangat terkenal di kalangan pengendara wanita. Kebetulan Jisel beberapa waktu lalu melakukan perjalanan menarik dari Jakarta ke Bali dalam rangka memperingati Hari semangat ketangguhan, dunia wanita dan kemandirian, perjalanan berkendara untuk suatu tujuan ini ingin menyampaikan pesan pemberdayaan perempuan. Selama perjalanannya, Jisel juga menyampaikan pesan mengenai ketangguhan perempuan serta mengunjungi tempat-tempat ramah lingkungan, karena perjalanannya dilakukan saat Hari Bumi, seperti desa adat di Bandung yang mengolah singkong untuk devisa desanya, hingga tempat spa lokal di Bali yang memproduksi produk kecantikan dari hasil panen sendiri. Dalam perjalanan pertamanya, Jakarta ke Bandung, Jisel menemukan desa adat Cireundeu di Bandung - sebuah desa adat yang terletak di antara lembah Gunung Kunci, Gunung Cimenteng dan Gunung Gajahlangu. Mereka memiliki tradisi masyarakat yang unik dalam mengolah singkong dari isinya hingga kulitnya, yang kemudian mereka jual untuk menjadi devisa desa Bandung, Jisel kemudian melanjutkan perjalanannya ke Yogyakarta untuk mengetahui apa yang menjadikan kota ini sebagai tujuan wisata yang terkenal. Kota Yogyakarta menawarkan sebuah kesederhanaan, biaya hidup terjangkau yang jarang ditemukan saat ini, dan juga terutama dikenal akan rasa penasaran tentang kota Yogyakarta terjawab, Jisel melanjutkan perjalanannya ke Bali yang menempuh jarak sekitar 600 km. Di Bali, Jisel menemukan spa lokal yang menanam tanamannya sendiri dan mengubahnya menjadi produk kecantikan seperti lulur dan lotion serta memberikan perawatan bagi pengunjung. Selain itu, mereka juga memberikan workshop untuk mengajarkan cara membuat produk kecantikan dari hasil panen seharian mengelilingi kota Bali, Jisel kemudian berkendara ke Surabaya untuk mengikuti acara amal Sunmori bersama para penyandang disabilitas. Sungguh sebuah interaksi yang sangat inspiratif karena para pengendara berhasil mengendarai sepeda motor yang dimodifikasi khusus dan dirancang sendiri, sebuah bakat yang langka."10 hari touring ini terasa sedikit sulit karena kami harus mengejar waktu untuk mengikuti setiap aktivitas dari satu titik ke titik berikutnya. Syukurlah perjalanan itu aman walau melalui kondisi cuaca yang berbeda-beda - gerimis, hujan lebat, dan terik matahari. Tetapi perjalanannya tetap menyenangkan dan berjalan sesuai rencana, karena saya sudah mempersiapkan rencana perjalanan dengan matang sebelum akhirnya memulai perjalanan dari Jakarta - Bali - Jakarta," ujar Jisel yang menggunakan motor Royal Enfield Himalayan saat seperti apa persiapan Jisel untuk touring jarak jauh? Berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti Simak Video "Tips Mudah Hilangkan Bau Tak Sedap di Dalam Mobil" [GambasVideo 20detik]
KawasanUjung Genteng, Sukabumi terkenal dengan keindahan alamnya. Selama ini, para wisatawan mungkin lebih mengenal Bali dan Lombok sebagai tempat wisata pantai di Indonesia. Namun tahukan kamu, selain Bali dan Lombok, masih banyak tempat wisata lain yang tidak kalah indah, namun jarang terekspos di media sosial maupun media pemberitaan.
Pantai Ujung Genteng - Sahabatku, di artikel kali ini saya akan berbagi sedikit informasi tentang rute menuju salah satu pantai indah yang ada di Sukabumi, yaitu rute menuju Pantai Ujung Genteng Sukabumi. Bagi sahabat yang belum terlalu mengenal tentang Pantai Ujung Genteng Sukabumi, sahabt bisa membaca artikel sebelumnya Ujung Genteng Sukabumi cukup mudah didatangi, jalan menuju ke sana mulus-mulus dan kamu juga bisa mendatanginya dengan naik angkutan umum. Terdapat beberapa rute menuju Pantai Ujung Genteng yang bisa sahabat pertama adalah Jakarta -> Ciawi -> Cicurug -> Cibadak -> Cikembar -> Pelabuhanratu-> Jampang Kulon -> Surade -> Ujung Genteng dengan jarak tempuh sekitar 2,5 jam, itu kalo nggak terjadi kemacetan parah di sekitar rute kedua bisa sahabat ambil kalo berangkat dari Bandung, yaitu Bandung -> Cianjur -> Sukabumi -> Jampang Tengah -> Jampang Kulon -> Surade -> Ujung Genteng. Jarak antara Bandung - Pantai Ujung Genteng adalah sekitar 230 km dan bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 – 4 jam adalah rute yang bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi atau bus rombongan, sedangkan untuk angkutan umum sahabat bisa menggunakan rute dibawah ini Apabila sahabat dari arah Jakarta atau Bogor, berhentilah di Terminal Degung Terminal Sudirman, Sukabumi. Kemudian naik angkot jurusan Bhayangkara Angkot warna putih, lalu berhenti di Toserba “Yogya”. Sementara bila Anda dari arah Bandung, lebih baiksahabat berhenti di depan Apotek “Kimia Farma Lapang Merdeka”, lalu berjalan kaki sekitar 200 m ke arah Toserba “Yogya”, tetapi terkadang bisnya suka melewati Toserba Yogya. Kalaupun sahabat kelewat sampai ke terminal degung, anda tinggal naik angkot jurusan Bhayangkara yang berwarna putih dan berhenti di depan Toserba Toserba “Yogya“, sahabat dapat pergi menuju Pasar Ciwangi dengan berjalan kaki atau naik becak, kemudian naik angkot jurusan Terminal Lembursitu. Dari terminal, Anda selanjutnya dapat memilih kendaraan umum untuk lanjut ke Kecamatan Surade. Dari Surade anda bisa naik ojek sampai ke Ujung sahabatku, itulah sedikit informasi yang bisa saya share di artikel kali ini. Semoba bisa bermanfaat bagi sahabat semua. Kalaupun sahabat masih bingung, jangan sungkan untuk bertanya, atau sahabat juga bisa menggunakan aplikasi seperti Google Maps ataupun Waze.
Untukmenuju Ujung Genteng, saya ngeteng aja ama temen-temen. Berikut adalah urutannya : Kami ber-4, dari jakarta naik KRL ke Bogor (Rp5000) +/- 30 menit; Nyebrang dari stasiun Bogor ke Bogor Paledan. Kereta Parangrango Bogor Paledan - Sukabumi. (Rp20000) +/-2,5 jam. Fyi keretanya lelet banget, tapi ada AC dan ada restorasi dan charger.
Pantai Ujung Genteng riki_rikarya dari 17 Pengunjung Baca ulasanPantai Ujung Genteng merupakan pantai yang terletak di wilayah bagian selatan Sukabumi, Jawa Barat. Pantai ini ada di daerah Ujung Genteng, Ujung Genteng merupakan salah satu pantai yang terkenal di daerah Sukabumi. Meskipun begitu, suasana pantai ini masih cukup tenang dan asri karena tidak terlalu dipadati oleh Pantai Ujung Genteng terletak di wilayah selatan Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Jaraknya sekitar 80 km dari pusat kota Sukabumi. Perjalanan dari Jakarta dapat ditempuh dalam waktu sekitar enam jam perjalanan. Sedangkan perjalanan dari kota Bandung dapat ditempuh dalam waktu sekitar empat jam menggunakan mobil memang lebih lama dibandingkan dengan menggunakan motor. Pengunjung juga harus berhati-hati dalam berkendara karena jalanan yang berliku, menanjak, serta tidak beraspal di beberapa bagian. Namun pemandangan yang tersedia sepanjang perjalanan juga sangat indah dan menarik sehingga pengunjung tidak akan bosan sepanjang menggunakan transportasi umum, pengunjung dapat menaiki bus tujuan Sukabumi. Alternatif transportasi lain yaitu menggunakan kereta lokal dari Stasiun Bogor atau Bandung. Dari terminal Lembursitu Sukabumi perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan angkutan umum ke arah jika ingin mengunjungi pantai-pantai lain di sekitar pantai Ujung Genteng, pengunjung lebih baik menggunakan kendaraan pribadi karena lokasi antar pantai yang cukup berjauhan dengan medan yang Tiket Masuk ke Pantai Ujung GentengPengunjung yang ingin masuk ke wilayah pantai Ujung Genteng harus membayar tiket masuk sebesar hanya Rp per orangnya. Biaya masuk ini belum termasuk biaya parkir biaya parkir motor sebesar Rp untuk satu motor. Biaya parkir mobil yaitu sebesar Rp untuk satu mobil. Sedangkan biaya parkir bus yaitu sebesar Rp untuk satu MenarikBerikut adalah beberapa aktivitas yang bisa dilakukan pengunjung di pantai Ujung GentengMenikmati keindahan pemandangan pasir pantai dan lautPemandangan Pantai Ujung Genteng gurilapsWisatawan yang datang ke pantai sebagian besar menghabiskan waktunya untuk menikmati keindahan pemandangan pasir pantai dan laut. Lokasi pantai Ujung Genteng yang terpencil membuat pengunjung merasa seperti ada di pulau pribadi. Wilayahnya yang bersih dan tenang dilengkapi dengan pemandangan yang menyejukkan mata akan membuat setiap pengunjung menjadi air di pinggir pantaiAir di laut sekitar pantai Ujung Genteng masih sangat jernih sehingga sangat aman dan nyaman untuk wisatawan yang ingin bermain air atau berenang. Ombaknya juga tidak sebesar pantai-pantai lain di jajaran laut selatan. Meskipun begitu, pengunjung harus tetap berhati-hati terutama saat ombak pasang. Saat ombak pasang, pengunjung bahkan dapat bermain papan di spot foto atau selfie yang indahPantai Ujung Genteng menawarkan berbagai tempat dengan pemandangan indah yang bisa menjadi spot foto dan selfie. Di kawasan Ujung Genteng juga terdapat puing-puing bekas dermaga peninggalan jaman Belanda. Banyak orang yang menjadikan puing-puing ini sebagai obyek foto yang dan menyantap hasil laut segarMasyarakat lokal di sekitar pantai Ujung Genteng sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan. Mereka juga terkadang menjual sebagian hasil tangkapannya ke wisatawan. Wisatawan dapat membeli hasil laut segar ini dengan harga yang sangat terjangkau. Apabila ikan tersebut ingin langsung dimakan, pengunjung membakarnya di warung-warung makan yang tersedia. SejarahNama dari pantai Ujung Genteng diambil dari lokasi pantai. Lokasi pantai ini berada di bagian ujung bawah pulau Jawa sehingga dinamakan Ujung Genting atau Ujung Genteng. Hal ini berkebalikan dengan nama Ujung Kulon yang berarti ada di ujung sebelah Ujung Genteng di Sukabumi ini juga disebut sebagai Mutiara yang Tersembunyi. Pantai ini memang memiliki karakteristik yang berbeda dari pantai lain di deretan laut selatan. Pantai Ujung Genteng memiliki lebih banyak daerah laut yang tidak berombak terlalu ada pantangan atau larangan Pantai Ujung Genteng ini, namun pengunjungi diharapkan tidak membuat kegaduhan yang berlebihan. Selain itu, tidak melakukan aktivitas yang merusak obyek wisata bahari lainnya, pantai Ujung Genteng memiliki fasilitas yang cukup lengkap bagi para pengunjungnya. Apalagi pantai ini merupakan salah satu pantai yang paling terkenal di yaitu mencakup tempat parkir yang aman dan cukup luas, kamar mandi, tempat ibadah atau musholla, penginapan, toko makanan dan suvenir, penyewaan peralatan air, dan kios penjualan ikan di Pantai Ujung GentengDi sekitar pantai Ujung Genteng terdapat berbagai penginapan dengan rentang harga dan fasilitas yang bervariasi. Hanya dengan mengeluarkan uang sekitar Rp hingga Rp per malam, pengunjung sudah bisa mendapatkan kamar penginapan sederhana. Untuk pengunjung yang menginginkan villa dengan fasilitas mewah juga ada di dekat pantai Ujung satu hotel yang paling dekat dengan pantai Ujung Genteng yaitu hotel Sparks Odeon. Hotel ini hanya berjarak setengah kilometer dari pantai. Hotel ini memiliki desain minimalis modern dengan penggunaan warna-warna lembut yang lain yang juga dekat dengan pantai yaitu hotel Permata Hijau. Hotel ini berjarak sekitar satu kilometer dari pantai Ujung Genteng. Hotel ini cocok untuk keluarga karena menawarkan paket kamar untuk keluarga dan terdapat area bermain untuk anak kecil.
ErupsiGunung Agung berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Banyuwangi. Bandara di ujung timur Pulau Jawa itu kembali ditutup. Sejumlah jadwal penerbangan juga dibatal
Ujung genteng merupakan salah satu daerah yang memiliki panorama wisata yang sangat mempesona, terutama deretan pantainya, walaupun masih berada di jawa barat namun rasanya perjalanan dari Bandung menuju ujung genteng sangatlah melelahkan, selain karena jarak yang kurang lebih 200km, akses menuju ujung genteng yang melewati pegunungan di tambah jalan aspal yang banyak lubang di beberapa titiknya menjadikan perjalanan sangat melelahkan, tapi percayalah sesampainya di ujung genteng rasa lelah tersebut terbayarkan !!Oke kami bertiga berangkat sekitar pukul dari bandung menggunakan sepeda motor, untungnya anak saya gak terlalu rewel walaupun di bawa perjalanan jauh, sabar yah bocil semoga kedepannya bisa pake mobil biar bisa selonjoran disukabumi sekitar kami beristirahat sejenak di sebuah minimarket, cuaca saat itu sedang bagus2nya, cerah merona, membuat perjalanan kami lebih bermakna, yah walaupun kita tahu sedang musim hujan, semoga saja cuaca berpihak kepada kami. Beristirahat sejenakDi minimarket kami numpang ke wc sekalian beli cemilan embel-embel ke wc gratis hehehe, sebenernya si bocil yang beli cemilan, saya sendiri beli bakso tusuk yang nangkring di depan minimarket tersebut, cukup 5k lumayan untuk mengganjal di lanjutkan kembali, mulai masuk ke daerah jampang, perjalanan tidak semulus perjalanan bandung-sukabumi, daerah jampang tepatnya di beberapa titik jampang tengah dan kulon masih banyak jalanan yang berlubang semoga pihak terkait memperbaiki jalanan tersebut karena menjadi salah satu akses menuju selatan sukabumi, oh yah sebelum memasuki daerah jampang sebaiknya isi dulu bensin sampai penuh, karena setahu saya SPBU terakhir sebelum masuk daerah jampang yaitu di cikembar jampang tengah, sehabis itu tidak ada pom bensin besar hingga jampang kulon, kan gak lucu di tengah hutan kita kehabisan bensin hutan, rumah penduduk, hutan lagi, begitukah kira2 perjalanan melewati jampang, untung cuaca waktu itu sedang cerah jadi tidak terlalu horor saat melewati pukul kami tiba di surade, tinggal setengah jam lagi menuju ujung genteng, awalnya pengen istirahat sejenak sebari makan siang karena pantat sudah mulai panas, namun dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami putuskan untuk istirahat di dekat ujung genteng aja menuju Ujung GentengSebelum memasuki ujung genteng kami melewati perkebunan kelapa yang memanjakan mata, cuacapun sangat mendukung, nah pas kami tiba di pintu masuk ujung genteng, tidak ada petugas yang menyetop kami, yaudah sayapun langsung tancap gas pelan-pelan saja naluri gratisan, seperti layaknya warlok wkkwkwkw, memang terlihat waktu itu wisawatan cenderung sepi padahal weekeend, mungkin karena lokasi ujung genteng sendiri jauh dari jakarta dan bandung, membutuhkan effort yang lebih untuk bisa lelah terbayarkan ketika sudah memasuki area pantai, oh yah, sebelum menuju penginapan, kami-pun istirahat sejenak di sebuah warung bakso, memang paling pas siang-siang panas gini makan bakso, harga baksonya 15k/ di penginapan pukul kami langsung di sambut oleh si empunya penginapan, namanya teteh ade orangnya helpfull dan ramah, oh yah nama penginapnnya villa sunset ujung genteng, kami pilih kamar paling murah, seharga 200rb harga weekend, selling pointnya, langsung menghadap pantai cibuaya dan berada di pusat keramaian pantai. sedikit review nih mengenai kamarnya kami pilih kamar camar seperti rumah panggung, terdapat balkon tempat nongkrong di luar, kipas angin, kamar mandi dalam, tv namun tidak nyala, air mineral gratis, free wifi lumayan kenceng untuk ukuran pantai, oh yah habis itu lantainya menggunakan bilik bambu, saya pikir terlihat norak, namun ternyata saya malah menyukainya ketimbang lantai keramik, karena biasanya kalau di pantai, kaki atau badan kita pasti akan menempel pasir2 yang akan terbawa hingga penginapan dan cenderung tertinggal di dalam kamar, nah beda dengan lantai bilik ini, layaknya keset, tidak meninggalkan jejak alias gampang untuk di bersihkan, jadi gak lengket2 deh selama di kamar. pengalaman yang menyenangkan pokoknya..Baru sampai bangetVilla sunset ujung gentengJam kami-pun jalan-jalan di sekitar pantai cibuaya, airnya sedang surut hingga garis pantainya menyentuh koral, jadi kurang cocok untuk bocil bermain air, namun pemandangannya sangat indah !! Setelah bermain-main sebentar, akhirnya kami pindah spot, ke bagian timur pantai ujung genteng, rencananya akan sedikit nostalgia ke tempat yang dulu pernah kamikunjungi waktu bocil masih dalam perut depan penginapan, Pantai cibuayaPantai cibuaya Ujung GentengKondisi sekarang tentu berbeda dengan kondisi beberapa tahun sebelumnya, banyak faktornya apalagi menyangkut dengan alam, masih di tempat yang sama namun kali ini dengan kehadiran si bocil, benar-benar nikmat yang sangat indah Allah Ujung Genteng sebelah timurAirnya sedang surutoh yah, karena airnya sedang surut akhirnya kami mencoba jalan2 ke tengah pantai meklihat isi karang-karang, banyak ikan-ikan dan hewan laut lainnya, namun banyak juga bulu babi. hati2 yah !! heheheMencari Bulu babiBulu babiSetelah puas bermain air, kami kembali ke penginapan dan dilanjutkan dengan mandi, sekitar kami pun mencoba menghabiskan waktu jalan-jalan menggunakan sepeda motor sebari mengecek lokasi dan akses jalan menuju pantai pangumbahan ternyata udah bagus, gak kayak dulu, Namun kami sangat beruntung, di waktu yang tepat sedang di adakan pelepasan anak penyu/tukik !! Awalnya sih pas sampai di depan pantai pangumbahan, petugas menyuruh kami untuk buru2 parkir, disitu saya bingung, diam sejenak dan mencerna apa yang di maksud petugas akhirnya sayapun mengerti maksudnya. oke !! kamipun langsung parkir motor lalu buru-buru masuk ke pantai pangumbahan. Tiket masuk pantai pangumbahan 10kOh yah, ini sebenernya keberuntungan yang berasal dari ketidaksengajaan, karena kami berniat hanya untuk nge cek akses jalan saja ke pantai pangumbahan, soalnya jalan ini salah satu tempat "nostalgia", boro2 kepikiran pelepasan tukik, malah kami kira pelepasan tukik esok pagi masuk ke pantai pangumbahan, ternyata sudah ada puluhan bahkan ratusan orang yang berjajar rapih menunggu petugas datang membawa ember yang berisikan tukik, kami yang berjalan masuk ke pantai berbarengan sok-sok'an SKSD dengan petugasnya, kamipun disuruh bergegas mengikuti petugas ngejar petugas kwkwkwkwIni pengalaman pertama kami melihat langsung bayi2 tukik di lepas liarkan ke alam, kegiatan ini hampir ada tiap hari di pantai pangumbahan, juga merupakan salah satu destinasi wisata yang wajib untuk di kunjungi ketika sedang berada di ujung genteng, oh yah, dari ratusan ekor tukir yang di lepas liarkan disini, tidak semuanya mereka bisa bertahan hidup, hanya 1 % nya saja, karena ketika sudah memasuki laut, bayi2 tukik tersebut menjadi buruan predator liar di alam, maka dari itu penting sekali adanya penangkaran penyu, agar ekosistem laut dapat tetap sudahlah nikmati saja senja di pantai pangumbahan bersama bayi2 tukik yang sangat lucu ini..Pantai pangumbahanPenangkaran penyu pangumbahanTiba kembali penginapan sekitar pukul kami istirahat sejenak dan siap2 makan malam,Malam hari kami habiskan dengan bersantai di depan teras, menikmati suara ombak, dan menikmati pula wisatawan yang baru hari jam pagi kami terbangun dan langsung cari sarapan, untungnya tepat di depan penginapan ada tukang bubur, langsung kami cusss memesan bubur hargnanya 10k sudah kumplit, cukup ramai pembeli karena memang sedikit penjual makanan di pantai ujung genteng ini..Oh yah, setelah sarapan kami bergegas menuju bukit teletabies, lokasinya tidak jauh2 amat dari lokasi kami menginap, sekitar 15 menit perjalanan menggunakan sepeda motor, tidak ada tiket masuk sejauh mata memandang, jadi bukit teletabies ini merupakan hamparan perbukitan yang di tumbuhi rumput hijau dan padang ilalang, jangan heran juga kalau di bukit ini banyak sekali sapi, karena memang cocok dijadikan tempat mengembala sapi karena rerumputan hijau yang melimpah. salah satu spot foto yang wajib di kunjungi saat berada di ujung genteng, layaknya new zealand from west teletabies Ujung GentengSetelah puas menikmati pemandangan di bukit teletabies kamipun kembali ke penginapan, rencananya sebelum bertolak kembali ke bandung kami mampir sejenak ke pantai pasir putih, lokasinya tidak jauh dari pantai pangumbahan, akses jalannya sendiri masih bisa di lalui oleh kendaraan roda 4. Dari penginapan menuju pantai pasir putih hanya membutuhkan waktu 15menit di parkiran kita belum bisa melihat pantai, karena memang harus treking melewati hutan sekitar 150 meteran, dari parkiran sendiri suasana cukup teduh karena memang banyak pepohonan walaupun panas matahari sedang terik-teriknya, tersedia beberapa warung disini jadi jangan khawatir kekurangan logistik yah, oh yah, ada 2 jalur menuju pantai pasir putih ujung genteng ini, yang pertama jalur utama terpendek, namun jalur tersebut sedang tertutup oleh bekas air pasang semalam, sebenernya masih bisa di lewati, hanya sebatas betis orang dewasa, namun kami memilih jalur kering yang agak muter dikit dari parkiran, hanya sekitar 5 menit saja berjalan kami sampai di pantai yang begitu luas dengan pasir pasir putih ujung gentengDisini kalian bebas beraktifitas, oh yah, tidak ada tiket masuk, hanya di kenakan biaya parkir saja, kalau gak salah sih kemaren kena 3k-5k permotor. Menurut kami Pantai pasir putih merupakan salah 1 pantai pasir putih ter debest di jawa barat, tapi perlu di ingat, pantainya gak bisa di pake berenang, hanya bisa bermain ombak di pinggiran saja yah karena ombaknya sangat besar. Ujung genteng begitu istimewa bagi kami, selain keramahan penduduk lokalnya, panorama alamnya selalu membuat terpesona, jika saja akses menuju kesana lebih di prioritaskan, bukan tidak mungkin ujung genteng bisa mengikuti jejak pangandaran yang sudah dulu menjadi modern. Ahhh.. ujung genteng tunggu aku kembali lagi, lagi , lagi dan lagii.....
DariUjung Genteng Sampai Bogor Wednesday, January 1, 2014. Cerita sebelumnya disini, masih mau nerusin catatan seru-seruan ke pantai kemaren ahh.. Beruntung, malam itu aku bisa tidur nyenyak! Sadar-sadar udah pagi ajaaa, bagusnya semalem minum obat dulu, jadi bangun fresh banget. Yang lain udah di depan, aku langsung minggirin motor,
- Naik transportasi umum seperti Transjakarta, LRT, dan MRT kini tidak diwajibkan menggunakan masker. Hal ini menyusul langkah pemerintah yang secara resmi sudah mencabut aturan wajib pakai masker per Jumat 9/6/2023.Baca juga Syarat Terbaru Naik KA usai Wajib Masker Dicabut, Apakah Berubah? Dikutip dari Pencabutan aturan wajib menggunakan masker tersebut dituangkan dalam Surat Edaran SE Nomor 1 Tahun 2023 tentang Protokol Kesehatan Pada Masa Transisi Endemi untuk Mencegah Penularan Covid-19 yang diterbitkan Satuan Tugas Satgas Covid-19 pada Jumat. Naik transportasi umum tidak wajib pakai masker Transjakarta Penumpang Transjakarta sudah tidak diwajibkan menggunakan masker mulai Minggu 11/6/2023. Pengumuman itu disampaikan langsung melalui media sosial Transjakarta. "Sesuai SE Dishub Provinsi DKI Jakarta No. 23 Tahun 2023, pelanggan diperkenankan untuk tidak menggunakan masker di Transjakarta apabila sedang dalam keadaan sehat dan tidak berisiko tertular atau menularkan Covid-19," tulis Transjakarta, seperti dikutip dari akun Twitter juga Cara ke Dufan Naik Transjakarta, Bisa Lewat Rute Ini Aturan baru ini berlaku untuk semua rute Transjakarta, termasuk Jaklingko. Kendati demikian, Transjakarta menyarankan penumpang untuk tetap mengenakan masker jika sedang tidak sehat. LRT Jakarta MUHARROROH ITSNAINI Ilustrasi LRT Jakarta. Merujuk pada surat edaran yang sama, LRT Jakarta juga tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker. Kendati demikian, penumpang tetap dianjurkan menerapkan protokol kesehatan.

Gajiyang mereka terima selama masa pelatihan tidak lebih dari UMR daerah setempat *Biasanya masa pelatihan di adakan di Head Office Jakarta (ada beberapa calon pramugari terpaksa harus kost). Akan ada jadwal test kelulusan *Disini tidak semua calon pramugari akan lulus dan ke tahap selanjutnya. huhu sediiihhh.

Tanggal 7 Agustus 2020, hari Jumat adalah jatah saya wfh work from home, kesempatan ini saya jadikan untuk wisata ke Pantai Ujung Genteng, lokasinya bener2 ada di Ujung Sukabumi, pasti jauh beuuddd ini mah… Tadinya saya ingin berangkat Kamis malam atau malam Jumat, tapi kawan saya gak bisa kalau Kamis malam, dia bisa ke Ujung Genteng hari Jumat pagi, ga papa deh, lagian cuman ke pantai doank pan…. Kami sepakat ke Ujung Genteng naik motor, kawan saya punya motor matic, sedangkan motor saya kan motor sport, setelah menimbang-nimbang, kami sepakat naik motor matic. 1. Lewat Cikidang Jam hari Jumat pagi kami berangkat dari rumah otw ke Ujung Genteng, kami memilih lewat keradenan, lanjut lewat Pajajaran Bogor, lanjut Ciawi, lanjut Setu Lido, sampai akhirnya kami belok kanan via Cikidang, kondisi jalan Cikidang memang lumayan ekstrim tapi relatif lebih lancar dibandingkan jika kami lewat pasar Cibadak, sebelum memasuki jalan yang benar-benar ekstrim kami mampir dulu ke masjid untuk sholat Jumat, sekalian istirahat gaessss, setelah sholat Jumat kami lanjut naik motor. 2. Lewat Waluran Setelah melewati jalan yang cukup ekstrim, akhirnya kami sampai di pelabuhan ratu, kami pun mampir dulu di pantai Citepus dan pantai karang Hawu, setelah foto2 sebentar kami lanjut ke arah pantai ujung genteng, kami balik arah menuju pertigaan bagbagan, dan akan melalui waluran, sebelum masuk kawasan waluran atau setelah melewati pertigaan bagbagan kami mapir ke bengkel untuk ganti kanvas rem belakang, cuman sebentar doank prosesnya kanvas rem sudah diganti dengan yang baru, harganya Rp. 50 rebong, ternyata sekarang sudah masuk waktu ashar kami lanjut berangkat menuju waluran, kondisi jalan di waluran jangan di anggap enteng, jalannya berkelok, menurun dan menanjak, dengan sisi kiri jalan jurang, memang sih tidak seekstrim Cikidang, tapi kita harus tetap fokus di kawasan waluran. 3. Ban motor meledak Masih di kawasan waluran perut kami mulai keroncongan, kami pun mampir ke warteg untuk makan siang yang sangat telat, sekalian istirahat dan sholat ashar. Setelah kelar makan, sholat dan istirahat sebentar kami lanjut otw menuju ujung genteng. Sekarang giliran saya yang bawa motor, kawan saya sekarang yang di bonceng, baru beberapa meter saya kendarai kok motor nya oleng yaw? Ban nya kayak mau copot gitu deehh, lalu saya bilang ke kawan saya “kok gak enak banget motornya, kayak mau copot gitu bannya” lalu kawan saya bilang dengan nada ngeledek, “lagian bawa motor nya pelan banget, kalo pelan emang gitu, coba deh ngebut dikit pasti motornya gak oleng” kemudian saya coba ngebut dikit, tapi kok malah parah olengnya, akhirnya saya minta agar teman saya cek ban, ” gak papa kelesss, jangan lebaayyy deh, hayoo lanjut udah sore tauuu, makanya ngebut dikit broohh” gokil nih orang, motor oleng begini malah disuruh ngebut kalo ada apa-apa bisa-bisa nyemplung ke jurang neehhh. Oke saya ngebut dikit, baru juga beberapa meter tiba-tiba terdengar suara ledakan DUUAARRRR!!!! saya bilang, eh suara apaan tuh jangan-jangan ban motor lu pecah, berenti dulu deh, coba lu cek ban depan, kemudian temen saya melihat ban motornya dan memang pecah, ban luar pecah ban dalem juga pecah, waahhh kacau nehhh malah di tengah hutan pula, hawatir gak ada bengkel, malah udah jam 5 sore. Tapi masih untung pecahnya gak di turunan ekstrim atau diturunan Cikidang hehehe. Akhirnya mau gak mau kami cari bengkel, saya naik motor dan kawan saya jalan kaki, setelah tengok kiri dan tengok kanan jalan, saya liat ada bengkel motor kecil, saya pun segera mampir, si Abang langsung bilang ban luar dan ban dalem pecah dan harus di ganti, tapi si Abang gak punya stok ban luar dan ban dalem, tapi dia bisa bantu untuk beli ke bengkel lain, dengan catatan saya harus kasih uang dulu 180 ribu, karena dia gak punya duit untuk beli ban di bengkel lain, tanpa tawar menawar saya langsung kasih duit 180 ribu ke si Abang dan dia langsung pergi ke bengkel naik motor, gak lama kemudian temen saya nyampe juga ke bengkel, singkat cerita akhirnya motor sudah di ganti bannya, dan kami siap2 melanjutkan perjalanan. 4. Pantai Ujung Genteng Setelah melewati waluran, kami sampai di wilayah surade pas magrib, kami melihat ada pengendara motor di depan kami terjatuh di tengah jalan, kami pun segera membantu, dan warga sekitar pun ikut menolong pemuda naas itu, rupanya pemuda itu keserempet mobil dan sang pemilik mobil kabur lari dari tanggung jawab, gak tau juga deehh yang salah yang naik motor atau yang bawa mobil, kejadian begitu cepat, kemudian warga sekitar semakin banyak yang menolong pemuda malang itu, karena sudah banyak yang menolong kami segera lanjut meluncur ke Ujung Genteng. Pas azan Isya kami sampai di pintu masuk wisata pantai ujung genteng, sebelum masuk kawasan pantai ujung genteng kami bayar restribusi dulu, untuk motor 8 rebong ya cyiinnn tanpa karcis, karena sudah sampai di tujuan saya berhentikan motor sambil liat map untuk cek penginapan, belum juga liat map sudah ada calo penginapan menawarkan penginapan dengan harga 100 ribu permalam dan katanya dekat pantai, tapi saya tolak, walau dirayu terus menerus saya tetep tolak dengan alasan kami tidak menginap. 5. Penginapan di Ujung Genteng Setelah menolak calo penginapan yang sedikit memaksa, kami lanjut naik motor sampe bibir pantai yang ada tulisan “UJUNG GENTENG” kami segera foto-foto, sambil foto calo penginapan lain terus merayu kami dan menawarkan penginapan 100 ribu, saya tetap menolak, dan lanjut foto, setelah gak di ganggu calo, kami duduk di tepi pantai sambil merokok, sambil melihat-lihat sekitar pantai, rupanya cukup banyak penginapan di dekat pantai, lalu saya pun pura-pura beli sesuatu di salah satu warung yang cukup banyak di kawasan pantai, padahal saya mau tanya penginapan, dan saya berhasil mendapatkan penginapan seharga 170 ribu yang dekat sekali dengan pantai. Penginapannya memang cukup sederhana, tanpa tivi, tanpa AC, yang ada cuman kipas angin berukuran besar, ga papa laahh yaw…. yang penting bisa istirahat, Setelah masuk penginapan kami segera istirahat karena sudah kelelahan naik motor, selanjutnya Zzzzzzzzz…. 6. Curug Cigangsa Setelah sholat subuh, kami siap2 ke pantai, suasana agak sepi, mungkin karena masih pagi atau mungkin juga karena masih suasana covid 19 atau corona yaw cyiinnn. Setelah merasa cukup main di pantai, kami kembali ke penginapan dan selanjutnya kemas-kemas untuk selanjutnya wisata ke Curug Cigangsa di wilayah Surade,dari map saya lihat waktu tempuh dari pantai ujung genteng ke Curug sekitar 1 jam. Obyek wisata Curug Cigangsa masih sepi pagi menjelang siang kali ini, motor yang parkir cuman motor kami doank sampai kami meninggalkan Curug. Untuk sampai ke Curug kami harus berjalan kaki melewati persawahan penduduk dengan melewati pematang sawah, cukup asri pemandangan menuju curug, saat mendekati Curug kondisi jalan menurun lumayan terjal, tapi jangan khawatir untuk jalan turun sudah di buatkan anak tangga dari semen, jadi lumayan aman cyinnn… Tapi buat saya lumayan bikin ngos-ngosan ahaayyy… Menurut saya curugnya cukup rekomend, sangat bagus buat foto, sayangnya ongkos parkir lumayan mahal yaitu 8 ribu permotor, menurut saya 5 ribu adalah harga parkir motor yang paling ideal tapi sudahlah 8 ribu masih wajar kok, kecuali kalau 20 ribu keatas ya cyiinn.. Setelah puas menikmati keindahan Curug Cigangsa dan puas foto-foto, kami meninggalkan Curug yang cukup intragamable ini dan kami siap kembali ke depok. Demikian semoga bermanfaat….
okelanjut. kita jaan dari daerah jombang, tangerang selatan langsung lewat bintaro dan masuk di tol pondok aren. jadi rutenya seinget gue gini bintaro-bogor-sukabumi-jampang tengah-jampang kulon-surade-ujung genteng. karena hari emang udah malem banget akhirnya kami langsung jalan ke ujung genteng. pas masuk tol kena macet sebentar karena ada perbaikan jembatan layang di daerah pasar rebo
Pantai Ujung Genteng Sukabumi menjadi tempat sempurna untuk menikmati sunrise dan sunset Ingin menikmati suasana pantai yang berbeda? Coba saja berkunjung ke pantai yang berada di ujung Sukabumi. Pantai ini bernama Pantai Ujung Genteng. Pemandangan kawasan pesisir Pantai Ujung Genteng. Foto oleh Ulfah Yuliana Selain bisa menikmati sunrise dan sunset yang indah, banyak aktivitas dapat dilakukan di Ujung Genteng. Antara lain berkunjung ke penangkaran penyu hijau, menikmati sensasi ombak di kawasan selancar Ombak Tujuh, snorkeling di Pantai Ujung Genteng, atau melipir ke Curug Cikaso. Kawasan Pantai Ujung Genteng terletak di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Lebih tepatnya di sebelah selatan Kota Sukabumi, sekitar 70 km dari pusat kota. Rute Sukabumi – Ujung Genteng tak didukung jalanan mulus sehingga perjalanan makan waktu sekitar 3 jam. Dihitung dari Jakarta, jarak tempuh menuju Pantai Ujung Genteng sekitar 230 km. Jarak ini bisa ditempuh dalam 6-7 jam jika menggunakan mobil pribadi atau 10 jam dengan motor. Suasana sore di Pantai Ujung Genteng. Foto oleh Armand Wisatawan yang menggunakan angkutan umum bisa mencapai tempat ini dengan naik bis antarkota jurusan Jakarta – Sukabumi. Bis tersebut ada di terminal-terminal besar  Jakarta seperti Lebak Bulus, Kampung Rambutan, Cawang, dan Grogol. Biaya transportasinya cukup terjangkau, hanya untuk rute Jakarta – Sukabumi. Sampai di terminal Sukabumi perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkutan umum jurusan Sukabumi-Surade, ongkosnya Tiba di Surade, para wisatawan akan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum desa menuju Ujung Genteng. Warga lokal biasa menyebut angkutan itu dengan nama “Unyil”. Ongkosnya hanya Untuk bermalam, wisatawan tidak perlu khawatir. Sudah cukup banyak penginapan kelas losmen, villa, atau bungalow. Kalau mau wisatawan juga bisa menyewa kamar di rumah penduduk. Tarif menginap bervariasi mulai dari sampai Ada baiknya pemesanan dilakukan jauh-jauh hari, maksimal dua minggu sebelum kedatangan, sebab jumlah kamar Jika tidak ingin menginap di Ujung Genteng, wisatawan bisa menginap di  penginapan di daerah Sukabumi kemudian melakukan perjalanan seharian ke Ujung Genteng. Waktu terbaik untuk berkunjung ke Ujung Genteng adalah di bulan Maret, Mei, dan Agustus. Sebab pada bulan-bulan tersebut wisatawan bisa melihat penyu hijau bertelur di Pantai Ujung Genteng dan menikmati perayaan Hari Nelayan yang juga diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Laut pada 5 Mei. Empat wisata seru di Ujung Genteng 1. Wisata pantai Di Pantai Cibuaya, Pengumbahan, muara Cipanarikan, wisatawan bisa menikmati wisata pantai seperti berenang, main pasir, voli pantai, snorkeling, berkemah, atau menonton sunrise dan sunset. Saat air laut surut, kita dapat berjalan ke antara batu karang dan memancing ikan hias yang  d di sela-sela karang. Untuk snorkeling, wisatawan bisa menyewa peralatan berupa kacamata snorkel dan sepatu katak seharga seharian. Jika ingin berkemah, wisatawan perlu membawa tenda sendiri. Sebab tenda yang disewakan kurang nyaman. Tak usah takut air laut pasang dan tenda tergenang air, sebab pasang di pesisir Ujung Genteng tidak terlalu tinggi dan tidak sampai ke bibir pantai. berkemah di Kawasan Pantai Ujung Genteng. Foto Oleh Anugrah Suradipurwo Snorkeling di Ujung Genteng dan panorama pantai berkarang. Foto Oleh Fetriza Rinaldy fetrizaas 2. Selancar Kawasan Pantai Ujung Genteng memiliki ombak besar yang disukai oleh para peselancar. Lokasi ombak besar tersebut dijuluki dengan nama Ombak Tujuh, sebab gulungan ombaknya bisa sampai tujuh lapis. Untuk berselancar di kawasan favorit peselancar mancanegara tersebut, wisatawan bisa menyewa peralatan di kawasan pantai. Tetapi papan selancar yang tersedia hanya kualitas standar untuk pemula. Tidak ada peralatan selancar profesional. Tarif sewa papan selancar standar per hari. Peselancar bermain ombak di kawasan Pantai Ujung Genteng. Foto oleh Kunto Antariksa 3. Mengamati penyu bertelur Kawasan Pantai Ujung Genteng memiliki area penangkaran penyu hijau, tepatnya di Pantai Pengumbahan. Kalau waktunya tepat, di malam hari wisatawan bisa menyaksikan langsung penyu hijau bertelur di kawasan pantai. Musim bertelur penyu hijau antara bulan Agustus dan Maret. Tukik-tukik berjalan menuju bibir pantai. Foto oleh Rio Rolis Terdapat pos jaga tempat wisatawan melapor untuk masuk ke area penangkaran penyu. Harga tiketnya Wisatawan bisa ikut melepas tukik anak penyu ke pantai, melihat telur penyu menetas, juga menonton penyu bertelur di malam hari. Pelepasan tukik. Foto oleh Rio Rolis 4. Main air di Curug Cikaso Ujung genteng tak cuma menawarkan wisata air asin, sebab wisatawan bisa juga bermain air tawar di area air terjun bernama Curug Cikaso. Untuk mencapai air terjun ini, wisatawan harus menumpang perahu motor dari Sungai Cikaso ke hulu. Tarif sewa perahu motor berkapasitar 8-10 orang tersebut Sedangkan tiket masuk ke kawasan wisata ini yaitu per orang. Area Curug Cikaso buka mulai pukul Area Curug Cikaso yang dikelilingi hutan rindang memiliki tiga air terjun. Sepanjang musim kemarau, air curug akan kering sehingga wisatawan tidak bisa menikmati segarnya air terjun tersebut. Pemandangan Curug Cikaso. Foto oleh Anna Idat Curug Cikaso. Foto oleh Jeffrey Kosasih HYLgG.
  • 63gfgr04cp.pages.dev/401
  • 63gfgr04cp.pages.dev/341
  • 63gfgr04cp.pages.dev/63
  • 63gfgr04cp.pages.dev/81
  • 63gfgr04cp.pages.dev/410
  • 63gfgr04cp.pages.dev/490
  • 63gfgr04cp.pages.dev/252
  • 63gfgr04cp.pages.dev/19
  • rute ke ujung genteng dari jakarta naik motor